Kegagalan, Guru Paling Baik
Pepatah bilang, kegagalan adalah guru paling baik. Kalau lo mau tau kegagalan terbesar dari hidup yang gue laluin adalah saat dimana gue merasa gagal masuk universitas yang gue mimpiin. Kegagalan itu berhasil menoreh luka di dalam jiwa. Tapi bukan berarti gue habis pada waktu itu juga. Bukan berarti lantas gue mundur dan terpuruk lagi. Melalui kegagalan, gue banyak belajar lagi untuk memperbaikinya, agar meraih hasil yang lebih baik pula. Bayangkan kalau saja Thomas Alva Edison berhenti pada eksperimennya, ia bisa saja tidak akan pernah sampai pada penemuan lampu pijar yang siap pakai. Bayangkan, kalau waktu dulu gue nyerah buat gak move on dari Universitas yang sangat gue cintai, gue bisa saja tidak akan pernah sampai dititik ini, titik dimana gue bisa berbenah dan bersyukur atas pencapaian selama ini.
Lantas, siapa sih yang enggak kecewa untuk apa yang kita perjuangkan namun yang diperjuangkan gagal ? Pasti sakit hatinya nambah, namun disinilah letaknya. Disinilah tempat belajar bijaksana. Belajar berhusnudzon kepada Allah SWT. Semua pengalaman tersebut tidaklah sia-sia, itu semua merupakan pelajaran hidup agar kita lebih matang lagi. Bukannya lantas murung dan menutup diri. Gue banyak belajar untuk menjadikan kegagalan sebagai tangga agar bisa berdiri lebih tinggi lagi, gue bisa survive pasca kegagalan dengan bangkit, bangkit dan bangkit. Semakin besar motivasi untuk bangkit, semakin besar dorongan yang datang ke hati untuk melawan sebuah kegagalan. Lantas motivasinya darimana? Motivasinya dari hati nurani, lo bisa memanfaatkan kekuatan dorongan motivasi dengan memahami apa yang sesungguhnya lo inginkan dan berdampak tidak untuk kehidupan lo dan orang-orang disekitar lo sendiri. Misal, dengan banyak mencari manfaat buat orang lain karena terkadang kekuatan yang muncul akan lebih dasyat lagi. Inget, kembali kepada dasarnya, yaitu perbaikan niat. Kalau lo niat baik, lo niat bangkit dan lo yakin, insya allah semuanya akan berbuah manis. Buat gue, gak ada harga murah untuk sesuatu yang indah. Percaya saja, lo bisa bangkit kalau lo mau bangkit.
Komentar