Dia
Majalengka, 25 Januari 2018
Entah memang sudah jalannya atau memang sudah waktunya dipertemukan untuk saling menyapa. Untuk saling mengakrabkan diri dan saling melepas canda yang tak ada hentinya. Waktu yang begitu cepat bukan menjadi suatu alasan agar beda itu jadi tahu, sama itu jadi tawa dan debat itu jadi bumbu kekesalan. Katanya bersatu itu berarti memberi komitmen. Komitmen untuk saling bertanggung jawab dunia akhirat. Untuk saling mengisi dan memberi arti. Untuk tetap saling berdampingan dan saling menggemgam satu sama lain. Untuk saling menegur dan meluruskan, dan untuk bersama sampai Jannahnya. Yaaa ... Kekecewaan itu selalu menjadi sumber sesak dan sumber ketakutan yang amat besar. Meski hidup itu pilihan. Entah apa yang akan terjadi hari ini, besok ataupun lusa. Entah situasi yang mudah atau susah yang akan dihadapi. Entah, mungkin saja ini terlalu jauh untuk sekedar difikirkan. Satu hal yang pasti ada genangan air dari kedua mata tapi rasanya begitu menyejukan dihati. Bagiku dia tetap dia. Sosok yang sama sekali tak pernah terpikirkan sebelumnya. Yang masih teringat dalam balutan kata-kata indahnya bahwa perempuan itu dilamar dan laki-laki melamar. Aku terhenyak dan tertawa lugu, perkataanya selalu terngiang dan selalu tertanam rapih bahwa itu bukan sebuah janji, melainkan mutlak memang seperti itu.
Bagiku dia tetap dia. Entah romantis atau biasa, entah pemalu atau periang, entah pemarah atau penyabar, aku tau dia ya dia. Yang sama sekali tak sedikitpun ingin mencari sebarapa banyak kekurangan yang dimilikinya, melainkan seberapa besar sebuah hati bisa lapang menerimanya.
Bagiku dia tetap dia, satu sosok makhluk ciptaan Allah. Yang setidaknya sekarang ada satu ruang yang menyelinap masuk untuk ku do'akan.
Tidak ada sebuah harapan besar, tidak ada mimpi terlalu indah tapi selalu ada keikhlasan untuk menerima kenyataan baik manis atau pait sekalipun. Bismillah ku niatkan yang terbaik dan ku pasrahkan semuanya agar bisa menjadi lebih baik. Apapun nanti, dia lagi-lagi tetap dia. Yang ku do'akan segala yang terbaik selalu mengirinya. Entah bisa bersama ataupun tidak, ku harap dia selalu bahagia dunia maupun akhirat.
Dia.
Komentar