Hijrah antara "Agama atau Trend"


Tulisan ini gue tulis berdasarkan minimnya pengetahuan gue, jadi mohon maaf bila nanti ada yang tidak sependapat dengan pendapat gue ini.
Hijrah mendadak begitu viral di dunia maya maupun di dunia nyata. Orang sudah tidak menjadi asing dengan satu kata yang sangat membius siapa saja, apalagi marak ustad/ ustadzah yang sibuk berdakwah dengan orasi hijrahnya, marak slogan-slogan tentang hijrah, baju hirah, novel hijrah, semuanya bertema hijrah dan lain-lain. Alhamdulillah.

Gue jadi teringat pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) sewaktu SMP, guru SKI pernah bercerita bahwa nabi dan para sahabat suatu ketika berhijrah dari Mekah ke Madinah untuk menyelamatkan dakwahnya dari kaum kafir Quraish. Sedangkal itu pengetahuan gue tentang hijrah. Jadi ketika sekarang hijrah menjadi trending topik dalam kehidupan, gue jadi banyak lagi mencari tahu makna hijrah sesungguhnya, apasih esensi hijrah itu sendiri, karena banyak orang yang mengatakan hirah tapi tidak tahu makna hijrah itu sendiri dan ada banyak pula yang mengklaim dirinya merasa sudah berhijrah dengan mudah.

Hirah dijelaskan oleh para ulama secara etimologi adalah at tarku meninggalkan sedangkan secara istilah yaitu orang-orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang allah haramkan. Menurut Ibnu Qayyim, hijrah dibagi menjadi dua bagian, Al Hijrah bil jasad (Fisik) yaitu berhijrah dari sebuah tempat lingkungan dimana kita tidak bisa menampakan agama kita ke tempat yang bisa menampakan agama kita, yang kedua adalah Al Hijrah bil Qolbi (Hati) yaitu hijrah dengan hati kita. Gue merasa sangat excited banget dan bersyukur manakala kata hijrah begitu melekat pada orang-orang yang gue kenal ataupun tidak, hanya saja yang gue lihat dan gue rasakan banyak yang berhenti berhijrah di tahap hijrah secara fisik, banyak yang berhenti berhijrah dengan penampilan, banyak orang berhijrah sebatas dititik memakai kostum, banyak orang berhijrah sebatas dititik dengan janggut atau celana cingkrangnya lantas mereka lupa untuk melanjutkan hijrahnya kepada tangga selanjutnya, yaitu tangga hatinya manakala dia bertawadhu, manakala dia meninggalkan yang dibenci Allah dan mencintai yang dicintai Allah.

Contoh sederhana yang ingin gue sampaikan adalah ketika gue melihat berita, artis berbondong-bondong merubah penampilannya dan mengklaim dirinya berhijrah, lantas ketika ditanya tentang proses hijrahnya mereka akan bercerita hijab, hijab dan hijab. Itupun berlaku ketika temen-temen gue berseloroh bahwa mereka telah berhijrah setelah mengenakan hijab.

Gue jadi sadar satu hal, di era globalisasi ini ada begitu banyak pengaruh yang sangat luar biasa terhadap perubahan berbagai hal. Dari yang namanya teknologi informasi dan telekomunikasi hingga hal terkecil dalam sektor kehidupan ini, termasuk fashion salah satunya. Kemudian munculah berbagai macam bentuk busana muslim yang diperkenalkan dan dipamerkan, baik untuk pria maupun wanita. Hijab juga tidak luput dari pengaruh modernisasi tersebut. Hal inilah yang menyebabkan sebagian wanita dalam mengenakan hijab agar terlihat stylist. Pernah denger kominitas hijabers? Tahu dong ya? akan aneh jiga kalian jawab tidak tahu HAHAHA. Menurut gue komunitas itu lebih cenderung kepada entertaining dan commercializing, ketimbang melakukan identifikasi dirinya sebagai seorang muslimah dengan hijab yang menutupinya. Lalu apakah hijab hanya digunakan sebagai model aksesoris pelengkap hidupnya untuk memperlihatkan betapa modis dan stylistnya wanita-wanita ini dengan hijab andalannya itu? lalu apakah dengan gue memakai hijab yang syari ala-ala selebgram atau ala-ala siapa saja lantas udah bisa mengklaim bahwa diri gue telah berhijrah dan menjadi orang yang paling baik dan sholehah? Tidak bukan?

Dear ... hijrah tidak bisa disimpulkan hanya karena kita berhijab dan hijab tidak bisa menjadi satu-satunya parameter seseorang bahwa dia akan benar-benar menutupi auratnya luar dan dalam. Hijab tidak bisa dijadikan parameter jaminan untuk tetap berperilaku sebagai muslimah yang sebenarmya. Misalnya sekarangkan banyak nih kaum wanita mengenakan hijab karena memang modelnya yang trendi, up to date, fashionable dan sebagainya. Jadi begitu lucu sekali ada orang yang sangat sombong dengan hijabnya itu. Hmm kembali dalam meluruskan niatan kita dalam menggunakan hijab karena berhijab merupakan perintah agama dan tentu saja hal itu harus disertai dengan perilaku yang terpuji pula.

 Tapi apakah itu sudah masuk pada inti hijrah yang sesungguhnya? Padahal Rosulullah saw bersabda dalam hadits Riwayat Imam Al Baihaki dalam Sya'bil Iman "Seseorang tidak mungkin bisa istikomah imannya sampai hatinya dulu istikomah. Artinya jika kita hanya menampilkan penampilan, menampilkan komonitas hijab kita, slogan-slogan yang kita share tapi kita tidak melanjutkan bagaimana menata hati, itu berarti iman belum masuk ke hati kita. Nabi yang mengatakan bahwa kita tidak bisa istikomah, tidak bisa bertahan karena hijrah itu gak mudah. Coba kalian bisa lihat QS. Al-A'raf ayat 26 Allah berfirman:
"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat". Takwa tuh dimana? takwa tuh disini, di hati :) Jadi ketika hatinya baik maka akan baik pula semuanya. Berhijrahlah karena hati bukan karena trendy.

Buat seseorang yang pernah bertanya pada gue dengan pertanyaan "Kenapa hijabnya belum syar'i?" gue cuma punya jawaban, itupun mengutip dari Emha Ainun Najib yang mengatakan 
"Kalau saya datang dengan berpakaian gamis dan sorban, memang tidak ada salahnya. Cuman saya takut semua orang akan berkesimpulan bahwa saya lebih pandai daripada yang lain. Lebih parah lagi, kalau mereka berkesimpulan bahwa saya lebih alim. Kalau itu tidak benar, itu kan namanya penipuan". 
Salam sayang dari Maye yah hehehe. See you.


Komentar

Rais Jaka mengatakan…
Wawwwwww... Aing baca dari awal sampe abis... thats good artikel... Makasih Mba keereeennn tralalala...

#note : Kasih enter 2 kali mba setelah paragraf biar bisa ambil nafas dulu pas bacanya,, hehehe

Postingan Populer