Ada apa dengan pertiwiku ini??


Saya bukan seorang politisi, aktivis politik atau bahkan pengamat politik. Hanya seorang mahasiswa biasa saja. Entahlah kenapa ingin sekali menulis tentang berita-berita yang akhir-akhir ini sering menjadi timeline di setiap media sosial, tentang politik. Awalnya, sejak di SMA, saya terpaksa melihat berita dengan berbagai kasus. Suka atau tidak suka memang terpaksa melihat itu, karena bapak saya terus mengikuti berita tersebut. Karena alasan itu, saya sudah terbiasa dengan tontonan berita disamping pembicaraan mengenai cerita cinta yang kebanyakan dibicarakan oleh remaja seusai saya dulu. Setiap hari saya sudah acap kali menjadikan berita sebagai media sosial yang saya manfaatkan. Setiap pagi, media sosial yang saya buka adalah aplikasi mengenai berita. Apapun berita itu, saya selalu ikuti. Awalnya hanya sebagai wawasan belaka saja karena di asrama tidak ada TV sama sekali. Saya juga hanya membaca bagian-bagian yang menarik bagi saya. Tak banyak berita yang saya lewati karena sama sekali tidak tertarik. Untuk itu saya sangat bergantung terhadap aplikasi yang satu itu. Karenanya secara perlahan saya terpaksa mengikuti berita-berita yang kian marak terjadi. Termasuk kasus yang akhir-akhir ini sering menjadi perbincangan hangat di media. Politik ? Lagi ? Yang bikin penasaran, bikin kesal, bikin memunculkan percaya dan tidak percaya di dalam diri. Siapa sebenarnya mereka-mereka ini ? yang setiap hari muncul di TV dengan berbagai spekulasi yang ada. Dengan berbagai argument yang mereka lontarkan, sangat berbeda, entah itu kebenaran atau bukan kebenaran yang disampaikan. Entah harus percaya kepada siapa jika sudah seperti ini. Harus bertanya kepada siapa di tengah-tengah pengetahuan yang sangat minim sekali, sungguh tidak memiliki pengetahuan yang sangat berarti. Sudah mencoba untuk tidak mengikuti perkembangan politik yang ada, terserah mereka yang diatas sana. Sudahlah saya hanya masyarakat biasa, yang bodoh akan pengetahuan semacam itu. Yang tidak menau seberapa pelik permasalahan di negri pertiwi ini. Tapi, langkah itu terhenti, ketika satu demi satu muncul berita yang kasusnya sama seperti waktu dulu, tentang pemimpin yang sedang memperjuankan hak seorang rakyat. Akan terulang lagi kah ? sungguh ? mungkin atau entahlah saya tak paham. Dan itulah alasan saya, sebagai masyarakat berpengetahuan rendah yang penasaran sama mereka dan ingin sekali ada disana, mencari tahu apa yang sebenarnya. Jadi pembela rakyat dan jadi sosok yang membawa aspirasi rakyat juga. Tidak berbual dengan kata-kata, atau mungkin jadi pahlawan bertopeng yang berdiri atas nama rakyat. Sungguh karena berita-berita yang saya baca, keinginan untuk ada disana kian bergejolak. Wallohu’alam, Allah maha tahu segalanya.
Tapi saya ingin bercerita terus terang, jika saya adalah salah satu orang yang sangat bersemangat jika mendengar nama salah satu pemimpin diatas sana (AS). Sungguh, saya salah satu fans beratnyaa. Saya tak punya alasan yang mendasar ketika ditanya kenapa dia. Hanya karena saya meyakini bahwa dia adalah makhluk yang taat kepada sang pemilik jagat raya ini, semoga pransangka baik ini memang benar. Sudah, hanya itu alasannya. Itulah mungkin sepenggal alasan subyektif, saya bersempati kepada para pemimpin yang sedang memperjuangkan hak seorang rakyat.
Masing-masing dari mereka lebih kuat dalam memiliki alasan dibandingkan saya yang berbicara sebagai penonton kelas bawah. Untuk para pemimpinku yang sedang berjuang memberantas kebenaran, saya sungguh bersimpati kepada kalian. Teruslah berjuang, tetaplah berdiri diatas prinsip-prinsip kebenaran. Diluar ketidak tahuan saya mengenai politik, diluar kemiskinan saya mengenai pengetahuan yang terjadi. Saya selalu berdo’a, semoga selalu ditabahkan dalam setiap jalannya. Setiap tindakannya. Terkhusus untuk keluarganya, semoga tetap jadi penopang yang tangguh untuk kalian wahai para pemimpin pertiwiku.

Komentar

Postingan Populer