Ternyata Benar, Nyaman itu Cuma Jebakan Doang!



Bersapa - bertemu - bertatap - berjalan - berdua - berfikir - berkompromi - berselisih faham - berakhir.
"Tuhan, ini kah yang namanya ikhlas?"

Setelah beberapa kali gagal untuk bertemu, akhirnya gue dan teman gue bisa meluangkan waktu untuk bertemu disalah satu tempat nongkrong yang lagi hits di Majalengka. Kita berdua banyak ngobrolin tentang pekerjaan, tentang liburan bahkan tentang perasaan. Kita punya persamaan yang dominan banget untuk ketiga hal yang sudah gue sebutin barusan. Untuk pekerjaan yang tambah sini tambah bikin kita susah banget untuk meet up, kebayang dong gimana sibuknya tuh pekerjaan yang kalau mau difikir ulang sampai kapanpun tidak akan pernah berakhir :( atau jangan-jangan justru yang salah ada pada "KITA" yang terlalu memperkeruh kata sibuk itu sendiri, aelaah iya kali lu pada kurang enjoy aja, atau lu emang Lebay 😂 (Bisa jadi sih 😁😁😁)

Tentang Liburan?? Hmmm pernah gak sih lo pada ngerasa bahwa lo sudah mendzolimi tubuh lo sendiri karena diporsir untuk selalu siap kapanpun tanpa ada jeda untuk di "sleep dan di refresh" ? Pantai ? Gunung ? Rumah ? Atau Tidur yang 'cukup', rasanyaaaa aaaahh kapan dong kita bagi gaji ini untuk sekedar pergi ke kolam renang, pergi ke kebun binatang atau pergi ke taman-taman yang pada akhirnya gak bikin kita mengeluh karena budget yang terkuras habis dari saku melainkan ada rasa syukur yang keluar dari mulut mungil ini. Masya Allah Badan, terima kasih selalu kuat dimanapun dan kapanpun dibutuhkan. Menjadi penopang untuk beban dan kebahagiaan. Menjadi teladan untuk hati dan pikiran bahwa sibuk itu bukan Tuhan yang meski dipuja dan disanjung begitu berlebihan 🙂 yeey jadi kapan liburan atuh Imey???

***
Daaan tentang perasaan? Emmm pasti panjang nih? Panjaaaang ceritanya. Gue bersyukur banget deh, hari ini dikasih kesempatan buat sekedar jadi pendengar, penghibur juga bisa didengar dan dihibur karena pertemuan dadakan. Tentang sibuk dan hati yang nyampur jadi sekumpulan kekesalan yang memuncak di dada, sesak? Lumayan. Mungkin gak sih kegelisahan-kegelisahan yang datang silih berarti itu dikarenakan karena kesalahan dan kekeliruan diri kita sendiri. Untuk kebaperan yang hadir karena kita tak ingin sedikitpun bergerak merubah posisi hati kita. Mungkin gak sih justru yang kita genggam begitu erat justru menjadi jebakan untuk kita maju melangkah kedepan. Dan mungkin gak sih, keegoisan kita untuk keluar dari zona nyaman itu mendadak bikin kita sakit.  Sakit karena kita terlalu PD menikmati kenyaman selama ini, menganggap diri ini lah paling benar, paling bahagia dan paling sempurna. Dear hati yang tengah patah, beranjaklah pergi ke tempat yang baru, bukan mencari the first, bukan untuk the start melainkan untuk me-refresh dan mengupgrade semuanya dengan begitu baik lagi 🤗

Aelah apaan nih tulisan, gak nyambung sama judulnya. Yah namanya juga Jaka Sembung bawa Panci, tetep gak nyambung Mey Haha
Sekian, bye!

Komentar

Postingan Populer