MENJELANG TIDUR

Dreeet ... Dreeet hp bergetar. Layar dengan nama "Teteh" mengirim pesan via Whatsapp. Nampak 3 vn dengan durasi masing-masing vn hampir 1 menit lebih. Dibukalah ...

Ada suara kegelisahan yang dirasakan oleh anak laki-laki yang menurut pantauan ingin terbang lebarin sayap. Berkelana kemanapun menemukan yang dia inginkan. Berniat memberanikan diri agar mandiri layaknya seorang laki-laki yang ingin terlihat bertanggungjawab. Langkahnya terhenti, manakala seorang perempuan yang hampir akan menginjak usia 50 tahun itu tetep keukeuh dengan keinginannya.
Dia bercerita sambil menangis mengeluarkan yang dia pendam belasan tahun ini. Perasaan kecewa memang hampir menyelimuti hatinya yang nampak keras dr luar padahal dalamnya tidak. Aku tau perasaan itu, perasaan sebagai seorang anak tentunya. Sebagai anak yang hidup di era modern ini, tentu pemakluman-pemakluman itu bisa ditaklukan. Kamu boleh bermimpi apapun, boleh berkelana kemanapun, boleh melakukan apapun selama kamu tau norma-norma kehidupan.
Aku tau. Kamu hanya ingin dipercaya. Pergi bukan untuk meninggalkan. Melainkan kembali membawa harapan bahwa kini anakmu bisa mandiri dan bertanggung jawab.
Aku tau. Kamu terluka. Merasa bahwa apa yang kamu inginkan selalu direndahkan. Padahal niatmu hanya ingin belajar.
Aku tau. Kamu kecewa. Mendapati dirimu yang hanya bisa berkata iya, padahal hatimu memberontak muak.
Aku tau. Kamu hebat. Bisa menahan kemarahanmu demi surga.
Aku tau. Kamu seringnya menangis. Kenapa semua ini harus terjadi pada hidupmu.
Aku tau. Kamu sering bertanya. Kenapa mereka tidak mendukungku sedikit saja?
Hmmm.
Kelak, aku berharap kamu faham. Ego itu bukan untuk dilawan oleh egomu pula. Mereka memang tidak hidup dijaman sekarang. Mereka memang terlanjur menanam apa yang mereka dpat bertahun-tahun. Jadi, bukan kesalahan dan bukan pula kesengajaan. Mereka tetep melakukan karena mereka fikir itu yang terbaik.
Pelan-pelan. Batupun terkikis terkena tetesan air. Begitupun hati. Semoga tetep yakin dan tabah. Kuatin doa, kuatin sabar dan kuatin iman.

Komentar

Postingan Populer