Kenapa harus Jodoh ? Kenapa gak Allah ?
Sumedang, 20 September 2017
Gue gak tau yah apa pendapat gue ini bisa diterima oleh sebagian besar perempuan. Ini tentang bagaimana dengan mudahnya setiap perempuan selalu melibatkan banyak perasaan untuk menjadikan "lawan jenis" sebagai objek yang ada diotak mereka. Mungkin karena gue ada diusia yang rawan akan masalah begituan. Apalagi jaman sekarang kan lagi banyak orang yang menggunakan kata hijrah, kata ta'aruf sebagai obrolan yang gak ada habisnya. Yang pada akhirnya menjadi ladang untuk perekonomian mereka sendiri. Itu mungkin sisi positifnya kali ya. Berbicara tentang perasaan, gue gak bisa banyak protes dan mengkritik habis-habisan. Alasannya sesederhana ini, 'sejatinya perasaan itu adalah fitrah yang sudah melekat pada diri setiap insan', titik! Dan itu sudah menjadi pemberian yang sangat berharga dari yang Maha Segalanya untuk semua hamba-hambanya.
Allah itu menciptakan sebaik-baiknya manusia hanya untuk beribadah kepadanya. Melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Ada wajib dan ada sunnah. Maksud yang ingin gue sampaikan itu adalah manusia terutama bidadari-bidadari yang cantik terlena oleh urusan yang memang perlu penjagaan ekstra (katanya). Namun sebagian lupa ada yang lebih mutlak untuk ditunaikan, yaitu kewajiban utama kita dalam menunaikan perintah wajibnya. Sebagian besar terlena oleh kata-kata "sunnah" dan melupakan yang wajib. Sebagian orang sampai lupa karena terlalu banyak kata-kata indah yang didapat untuk menjaga cintanya. Dan sebagian orang kecewa karena hatinya dipenuhi banyak urusan cinta manusia dibanding cinta nya pada sang Pemilik hati sesungguhnya.
Karena begitu banyak kekhawatiran yang ada pada diri seseorang yang menyebabkan tergelintirnya rasa kecewa sehingga menimbulkan Berbagai macam status "Ya Allah pertemukan hamba dengan jodoh hamba", "Jika dia jodoh hamba maka pertemukanlah" dan lain sebagainya, pokoknya semua tema yang diangkat tentang jodoh de el el.
Ya konsekuensinya semua orang berbicara tentang jodoh mulu. Memperbaiki diri agar bisa mendapatkan jodoh yang sholeh. Berhijrah pun sama karena katanya "laki-laki yang baik untuk perempuan baik" ya memang bener ada dalam al-qur'an, tapi mbak dan teteh niat dari awal bukan lillah ibadah karena Allah, melainkan karena ingin mendapat suami yang sholeh, misalnya.
Dududu ayo ayo kita luruskan niat awal, niat gue menyembah Tuhan gue yaitu Allah. Niat lillah karena Allah. Karena semua urusan yang gue serahin sama Allah insha allah bakal dipermudah segalanya tanpa Tuntutan dari gue sendiri. Karena sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambanya.
So, sekeras apapun lo kasih kode ke manusia tapi lo gak kode Allah duluan, udah selesai urusannya. Selamat menikamati masa-masa galau tak berujung.
Komentar