Privasi

Marah-marah .. 
Iya, mood buat marah itu kayaknya lebih besar dibanding harus tampil baik-baik saja buat seorang Maya. Kalau enggak marah-marah rasanya bukan gue banget, kalau enggak bawel dan cerewet ya bukan gue pula. Tapi ya marah-marahnya pun selalu berdasar. Enggak jadi yang tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas. 

Beberapa minggu yang lalu, kayaknya kesabaran gue itu udah muncak. Meskipun sudah berusaha buat nahan dan menganggap itu sebagai lelucon biasa tapi hati udah gak mau nerima lagi. Ya, minggu-minggu itu selalu dengan orang yang sama bercanda tentang dunia "Pernikahan atau tentang kesendirian (bahasa gaulnya Jomblo)" tentang pertanyaan-pertanyaan yang dianggap cuma sekedar lelocon biasa, tentang candaan yang menyudutkan bahwa sendiri itu enggak sebaik yang punya pasangan, tentang anggapan bahwa yang akan menikah itu adalah mereka yang harus terikat dalam suatu hubungan yang lama.

Okelah kalau yang nanya itu orangtua gue, yang nanya itu keluarga gue, dimana mereka sangat peduli terhadap diri gue, yang mempunyai harapan atau bisa jadi bentuk kekhawatiran yang sering kali menghantui mereka setiap hari. Bukan yang hanya sekedar basa-basi yang ujungnya loe dapat kepuasan karena sudah meledeknya. Kalau loe cuma nanya "Kapan nikah Mey?" gue akan jawab semampu atau sesantai yang gue bisa, yang nanya gitu banyak, dari keluarga, sahabat, teman bahkan orang yang baru dikenal sekalipun. Bro, basa-basi itu boleh tapi kalau loe terlalu dalam nanya privasi gue, sorry ya loe udah ngasih apa ke gue sampai seberani itu nanya dan bercandaian privasi gue yang sedikitpun gak loe tahu.

Ibu dan bapak gue aja nih sampai gue segede gini masih ngejaga privasi gue. Mereka gak pernah nanya kenapa gue putus, kenapa gue masih pengen sendiri, kenapa gue gini dan gitu. Meski gue tahu mereka itu orangtua gue, orang yang paling dekat sama gue, yang berhak sekali nanya apapun yang ingin mereka tahu tentang gue. Tapi mereka gak jadi orangtua yang kaku melainkan yang jadi fleksible dalam hal apapun. Mereka sadar, pasti ada batasan-batasan yang gak mengharuskan mereka masuk, cukup gue yang tahu. Dan loe tahu, orangtua gue itu bukan orangtua yang berpendidikan tinggi seperti loe. Tapi hebatnya mereka bisa sangat paham sekali.

Kenapa sampai semarah itu Mey, mungkin gak sih itu hanya karena loe tengah emosi. Hanya karena yang mereka sampaikan itu benar. Hmm .. yah mereka benar, nanya kenapa masih sendiri itu hanya sekedar lelocon biasa, tapi saat mereka menuduh kalau setiap jawaban yang gue lontarkan itu adalah bentuk  "FRUSTASI".  

Brother and Sister ... Menurut gue privasi itu hal yang sangat vital dan mungkin menurut loe basa-basi atau kepo itu hal yang sepele. Tapi kalian harus tahu dampak buruk bagi orang yang loe kepoin.  Kita kok gampang banget kepoin orang seenaknya tanpa rasa bersalah. Sekalipun orang yang loe kepoin itu enggak punya rahasia penting yang disembunyikan, bukan berarti dia punya kewajiban memberitahu segala hal yang dia tahu ke loe bukan? Privasi itu penting untuk saling menghargai juga menghormati antar sesama manusia. Bukankah kita hidup di dunia pasti membutuhkan oranglain???

Tapi ada orang yang juga bilang seperti ini, itu tuh pertanyaan yang lumrah untuk siapapun. Kok dianggap risih dan gak nyaman? Yah namanya juga manusia mey, yang sangat lihai soal urusan hakim menghakimi. Orang-orang yang gak tahu apa-apa tentang kita bisa aja menghakimi dan membully dengan seenaknya saja. Setiap orang pasti punya privasi masing-masingkan? Dan setiap orang pasti gak ingin privasinya diganggu oleh oranglain. Jadi, jangan sampai hobi kepo loe itu merugikan oranglain. Privasi orang itu gak untuk dinikmati dan digosipin, itu sama sekali gak sopan.

Tapi ya gimana ya, mungkin kalau loe misal ditakdirkan enggak berjodoh dengan orang yang pada hari ini tengah asik menjalani hubungan harmonis dengan loe, loe bakal ngerti maksud gue. Semoga berjodoh ya hehe

Komentar

Postingan Populer