Restu Orangtua
2017-08-22
Sesuatu
yang dipaksakan selalu akan berakhir kurang baik. Entah efeknya kecil atau
besar sekalipun. Hari ini tiba-tiba temen gue ngechat lagi, masih melanjutkan
curhatannya mengenai restu yang tak kunjung dia dapat dari orangtuanya. Hmm ...
seperti alarm untuk diri gue sendiri. Diusia gue yang masih bergejolak ini
seringkali memberontak melawan apa yang mestinya masih bisa dipendam. Sama
seperti halnya waktu gue ngotot agar orangtua gue merestui hubungan gue dengan
mantan gue yang dulu.
Bodohnya
gue sampai berdo’a sama Allah buat dibukakan pintu restu itu. Saking gue
cinta-cintanya haha. Ya memang begitu, normal banget namanya saat hati tak
kunjung reda menerima masukan, logika yang tak kunjung nerima juga nyerna.
Pokoknya “He is the best for me deh”.
Cuma
ya, seiring waktu berjalan gue jadi faham. Semua tidak melulu harus mengikuti
hati tanpa melibatkan logika. Tetep harus seimbang! Gue harus fight, gue harus
gunain logika disamping selalu adanya Allah yang baiknya gak nanggung-nanggung.
Yang mulai perlahan membukakan apa yang semestinya gue tahu. Gue juga jadi
mikir, gue juga intropeksi diri mungkinkah ada yang salah dari apa yang sudah
gue lakukan. Dan ya, ada yang salah. Gue maksa Allah buat ngabulin apa yang
menurut gue baik. Gue selalu berdo’a agar orangtua gue bisa merestui hubungan
gue, gue juga minta ke Allah untuk tetap ada buat dia begitupun sebelumnya.
Salah
guys, gue salah dan salah. Do’a gue salah, kenapa gue jadi orang yang belagu
yang maksa Tuhan gue buat ngabulin maunya gue. Gue yang sok tahu mau ini dan
mau itu, yang sok tahu nya ngelebihin Tuhan gue sendiri. Lucu kan? Heh lu
kedunia ini atas izin siapa?
Malu..
bener-bener malu. Padahal Dalam Al- Qur’an sudah jelas, yang baik menurut
manusia belum tentu baik menurut Allah begitupun sebaliknya.
Masya
allah, baiknya Allah yang bikin gue sadar, yang secara tidak langsung sedang
menegur gue dengan kegalauan dan kebaperan yang gue rasain. Yang mulai
menunjukan siapa dia dan siapa aku. Meski harus dilaluin dengan waktu yang
lumayan panjang, ya wajar.
Itu
namanya proses, namanya ikhtiar. Yang insha allah akan berujung pada momen yang
tepat dimana lo bakal bersyukur luar biasa ke Allah. Semenjak itu gue jadi
sadar dan mulai mengubah do’a gue ke Allah. Gue cuma minta diberi yang terbaik
buat diri gue juga keluarga gue, apapun itu. Pokoknya tema kali ini “Ridho
Allah adalah Ridho Orangtua”
Semoga
apa yang gue lakukan, yang gue ikhtiarkan itu jadi ladang amal diakhirat nanti.
Aamiin .
Komentar