Jangan Jadikan Masa Lalu Sebagi Kunci Untuk Bilang Cemburu
Jika tahu akan berakhir
seperti ini, saya lebih baik memilih tidak memiliki teman dekat sekalipun. Yang
saya dapat hanya percakapan-percakapan yang semestinya tidak selalu dibicarakan
disetiap tempat. Apalagi dengan banyak tuduhan yang tidak kira-kira. Kata-kata
kasarnya juga terdengar begitu menyakitkan.
Saya tidak pernah lagi
mengumbar amarah saya hanya karena kesalah pahaman dan ketidaktahuan saya
mengenai sesuatu. Yang menyebabkan amarah saya meledak-ledak begitu saja.
Dengan cemburu yang berapi-api berkicau disembarang tempat. Membuat orang lain
sejenak dan terpaksa mendengarkan isi hatinya. Saya tidak ingin menjadi penyebab marahnya sebongkah
hati milik perempuan lain dengan cemburunya, karena sayapun seorang perempuan.
Untuk itu, saya mohon dengarkan apa yang pasangan kalian bilang. Jangan menuduh
sembarangan, apalagi menerka-nerka kejadian yang memang tidak terjadi.
Membiarkan oranglain tahu dengan prasangka buruknya, padahal yang sebenernya
tidak seperti itu. Jangan jadikan masa lalu sebagi kunci untuk bilang cemburu.
Karena dengan begitu akan ada banyak hati yang terskiti lagi. Dan maaf ... saya
tidak pernah berfikir dengan begitu matang untuk bisa mengulang masa lalu
dengan orang yang dulu. Saya tidak ingin membuat istana kebahagiaan saya terbangun
dilahan yang salah. Biarkan saya, menjalani hidup saya dengan dunia baru saya,
bukan dengan dunia pria pujaanku dulu dan pria pujaanmu sekarang. Karena saya
bahagia tanpa pria pujaanmu sekarang. Sekali lagi saya tegaskan, jangan lagi
membawa nama saya atas cemburumu! Kecuali saya dengan sengaja dan
terang-terangan bermesra dan bergandeng tangan dengan orang yang salah, pria
pujaanmu !!
Majalengka, 29 April
2016 @19:31 PM
Maya Imayanti Nurmala
Komentar