Malu
Malu,
dan entah kenapa saya ada sampai di posisi ini. Malas beribadah, berfikir
negative terus, mikiran cinta terus. Malu sama Allah teman, sungguh sangat
malu. Alhamdulillah, di hari ini 18 Februari 2015 saya yang sedang hobi dengan
blog tak sengaja melihat blog salah satu alumni TPL angkatan 2008. Entahlah kisah yang mereka paparkan
sungguh menggugah hati dan membuat air mata menetes. Terharu, sedih dan malu,
semuanya campur aduk. Bahkan lebih dari itu, saya sangat iri dengan satu sosok
wanita itu, sungguh iri. Cantik, lemah lembut, anggun dan tetap jadi sosok yang
istikomah. Ada yang menarik dari cerita mereka, iya tentang cinta, tentang
pasangan hidup yang selama ini menjadi ketakutan saya setiap hari. Takut
kehilangannya bahkan khawatir jika suatu haripun tak ada kabar. Tapi tahukah
kalian?? Bahkan ketika mereka menghalalkan diri untuk menjadi pasngan yang
halal dimata tuhannya dan dimata manusia begitu banyak waktu yang mereka
korbankan. 4 tahun bahkan 12 tahun mereka tidak pernah sedikitpun bertemu. Kenal
? sebatas itu saja, tidak pernah tahu sedalam apa perasaan mereka bahkan untuk
berbincang lamapun tidak pernah mereka lakukan. Ahhhh tapi apa yang telah Allah
janjikan pada umatnya, janji yang sudah Allah firmankan tetapi manusia mengabaikannnya. Dan pada
akhirnya mereka bertemu lagi untuk mengikrarkan janji sehidup semati. Menjadi
sepasang suami istri yang prosesnya tak pernah sama selayaknya pasangan lain.
Indah, dan iri pada pasangan itu. Lagi-lagi teringat akan diri sendiri. Hina,
munafik itu lah yang sepantasnya melekat pada diri ini. Dan yang mengerikan,
bahkan saya tidak pernah percaya akan janji sang pemilik hati. Parahnya, di
otak ini hanya dipenuhi berbagai pikiran negative yang sudah menempel erat.
Harusnya sadar diri, benar-benar sadar diri. Astagfirullohaladzim, inikah
kedzoliman yang selam ini telah saya buat. Astagfirullohaladzim mohon ampun
Allah. Hamba hanya meminta agar hati hamba selalu mengingat engkau dibanding
mengingat makhluk lain selain engkau, dan mohon tetap istikomahkan diri yang
benar-benar hina ini.
Komentar