Berbual di Hari Senin
Entah
sejak berada di kelas berapa, gw suka banget nulis diary. Gw suka banget
bermimpi dan berandai-andai meskipun mimpi dan andai-andai itu banyaknya
terlepas dari pandangan mata gw sendiri.
Ada 100 keinginan yang
gw tulis saat itu yang gue anggap sebagai rencana kedepan yang harus gue gapai.
Dari 100 keinginan itu gw gak hitung mana saja yang sudah tercapai, tapi
setidaknya nggak kosong-kosong amat.
Terus semuanya merasa nyatu saat gw kerja di Instansi Pemerintah
di bagian Perencanaan. Gw baru sadar, apa-apa yang akan gw lakukan tidak akan
terlepas dari yang namanya perencanaan. Gw
paling hobby bikin resolusi yang mana resolusinya gak ada satupun yang
kelaksana. Semua failed dan hanya omong kosong belaka.
Hingga pada akhirnya, gw nyadar terlalu banyak banget yang pengen
gw punya, seakan semuanya pasti bisa gw miliki padahal nyatanya enggak. Gw jadi
gak suka lagi berandai-andai, gw gak suka nanti harusnya begini dan begitu, gw
gak mau ngumbar janji-janji kosong. Serealistisnya aja kalau gitu. Toh, sehebat
apapun gw berencana, kalau Allah buat itu failed, gw bisa apa??
Hari ini gw bisa belajar
dari kisah banyak orang. Tentang gagal yang didapatnya atas perjuangan dengan
cinta juga tenaganya bisa hilang dalam satu kedipan mata. Lantas apalagi yang
ingin dibanggakan manakala terbaik versi manusia lagi-lagi meski kalah sama
rencana terbaik Tuhannya.
Kalau gitu lo harus
pasrah saja? Enggak! Gw gak akan pasrah. Sebagai manusia ada takdir yang masih
bisa gw rubah. Gw cuma pengen berusaha dan menjadi manusia yang gak akan lelah
sama yang namanya ikhtiar dan do’a. Gw gak akan berbual lagi perihal besok gw
mau ini dan itu tapi cuma berjalan sampai di lidah dan tenggorokan doang. Lo
harus berubah, pun gw juga harus berubah.
Jangan lamban!
Jangan selalu bilang ‘tenang dan santai’!
Jangan ngumbar kata ‘nanti juga …’!
Jangan nyerah!
Kecuali kalau kamu udah
siap kehilangan. Kehilangan mimpi yang sudah susah payah kamu bangun.
Semoga, ikhtiar dan do’a
gw gak sebatas wacana. Dilihat dan didengar oleh penciptaNya. Diberi dan
dihadiahi yang terbaik versinya.
Semoga, ikhtiar dan doa
gw gak sebatas rencana. Dilaksanakan dengan kesadaran diri dan tekad kuat.
Bagaimanapun, Tuhannya Maha Besar dan Baik.
Komentar