Haters lu tanggepin?
Ibarat sebuah pribahasa, semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kuat angin menerpanya. Yaps, persis banget yang sedang dihadapi oleh makhluk bernama manusia. Yang prustasi menghadapi banyaknya haters dengan berbagai karakter juga watak. Hinaan, cacian atau nasihat mungkin. Mungkin mereka lupa, bahwa mereka tetap manusia. Dibalik kata sempurna selalu ada sisi negatif pada dirinya. Sekuat apapun tubuhnya ada masanya dia sakit. Sama halnya ketika lo berada di titik kepopeleran. Gak melulu lo harus nemuin penggemar yang mendukung lo habis-habisan, melainkan selalu ada orang yang merasa risih atau kurang nyaman melihat lo dipuncak kesuksesan. Lo tau? Salah satu penyakit hati muncul karena lo terlalu musingin urusan orang dan musingin postingan orang. Catet ya baik-baik. Coba deh, lo ngaca depan cermin, inget terlalu banyak waktu yang kebuang gara-gara musingin apa yang orang bilang. Pagi,siang,sore dan malam tangan lo sibuk balesin komen. Sampe gondoknya pake kebangatan.
Jd penyebab lo sakit ya diri lo sendiri bukan oranglain. Menurut gue nih ya, contoh kecil di sosmed biar lo gak banyak sakit hati ya please gak usah baca apa yg orang bilang. Baik pujian atau cacian itu hanya sebatas bahasa lidah manusia. Yang perlu lo lakuin hanya berjalan kedepan, belok kiri atau kanan itu namanya ujian yang penting lo gak mesti berhenti terlebih dahulu sebelum tujuan lo tercapai. Satu lagi kalau lo kegoda buat baca pengungkapan dari lubuk hati manusia, coba lo nonaktifin kolom komentarnya hihi. Kecuali lo tipe orang yg butuh kritik dan saran, ya monggo dinikmati setiap ungkapan yang dikatakan setiap orang tanpa penyesalan, tanpa kebencian. Apapun bentuknya gue harap bisa bikin lo jd manusia yang lebih baik lagi.
Sekian.
Komentar